🌊 Artikel Kepiting78

Di Mana Kepiting Hidup? Mengenal Habitat Kepiting dari Laut hingga Darat

Kepiting termasuk hewan yang paling pandai beradaptasi. Ada yang tinggal di dasar laut, ada yang bersembunyi di akar bakau, bahkan ada yang hidup jauh dari pantai.

Oleh Tim Kepiting78 · · ±3 menit baca

Saat mendengar kata kepiting, banyak orang langsung membayangkan laut. Padahal, habitat kepiting jauh lebih beragam. Ilmuwan mencatat sekitar 7.000 spesies kepiting sejati di seluruh dunia, dan masing-masing punya "rumah" dengan kondisi yang berbeda. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang sangat panjang, menjadi rumah bagi banyak di antaranya. Berikut habitat-habitat utama kepiting.

1. Laut dan terumbu karang

Sebagian besar kepiting hidup di laut, mulai dari perairan dangkal hingga laut dalam. Di dasar laut berpasir dan berlumpur, kita mengenal rajungan (Portunus pelagicus), kepiting perenang yang pasangan kaki terakhirnya berbentuk pipih seperti dayung. Rajungan adalah salah satu hasil laut penting di pesisir utara Jawa dan banyak daerah lain di Indonesia.

Terumbu karang juga dihuni berbagai kepiting kecil berwarna cerah yang bersembunyi di celah karang. Beberapa di antaranya hidup bersimbiosis dengan karang, membersihkan permukaannya sekaligus mendapat tempat berlindung.

2. Pantai berpasir

Di pantai berpasir, penghuni yang paling mudah ditemui adalah kepiting hantu. Warnanya pucat menyerupai pasir sehingga sulit terlihat. Kepiting ini menggali lubang di atas garis pasang, keluar pada sore dan malam hari untuk mencari makan, lalu kembali bersembunyi saat merasa terancam. Pantai berpasir menuntut kemampuan menggali dan berlari cepat, dua keahlian yang dimiliki kepiting hantu.

3. Hutan mangrove dan pantai berlumpur

Hutan mangrove adalah salah satu habitat kepiting terpenting, dan Indonesia memiliki kawasan mangrove yang termasuk terluas di dunia. Di sini hidup kepiting bakau (Scylla spp.), kepiting bercapit besar yang populer sebagai hidangan laut. Kepiting bakau berlindung di antara akar bakau dan lubang lumpur.

Mangrove juga dihuni kepiting biola, kepiting kecil yang jantannya memiliki satu capit berukuran sangat besar. Kepiting-kepiting mangrove punya peran ekologis besar: lubang galian mereka membantu udara masuk ke dalam lumpur, dan kebiasaan mereka memakan daun yang gugur mempercepat penguraian bahan organik. Dengan kata lain, kepiting ikut menjaga hutan mangrove tetap sehat.

4. Sungai, danau, dan air tawar

Tidak semua kepiting butuh air asin. Ada ratusan spesies kepiting air tawar yang hidup di sungai, rawa, danau, hingga sawah. Berbeda dengan kebanyakan kepiting laut, kepiting air tawar umumnya tidak melewati fase larva di laut; anaknya menetas sebagai kepiting kecil yang sudah lengkap. Pulau-pulau di Indonesia, terutama Sulawesi, dikenal memiliki banyak jenis kepiting air tawar endemik yang tidak ditemukan di tempat lain.

5. Daratan

Beberapa kepiting bahkan menghabiskan sebagian besar hidupnya di darat. Contoh paling terkenal adalah kepiting merah Pulau Christmas, pulau di Samudra Hindia di selatan Jawa. Setiap tahun, jutaan kepiting merah bermigrasi dari hutan menuju laut untuk melepaskan telurnya, pemandangan yang menjadi salah satu fenomena alam paling spektakuler di dunia.

Ada pula ketam kenari atau kepiting kelapa, kerabat dekat kepiting dari kelompok umang-umang, yang hidup di pulau-pulau Indonesia bagian timur. Hewan darat ini dikenal dengan capitnya yang sangat kuat.

Bagaimana kepiting bisa bertahan di tempat yang begitu berbeda?

Kunci utamanya ada pada insang. Kepiting bernapas dengan insang yang tersimpan di dalam rongga cangkang. Selama insang tetap lembap, kepiting bisa mengambil oksigen bahkan saat berada di luar air. Kepiting darat memiliki rongga insang yang lebih besar dan berfungsi mirip paru-paru, serta rajin membasahi insangnya dengan air dari genangan atau embun.

Meski demikian, banyak kepiting darat dan mangrove tetap terikat dengan laut. Larvanya hidup sebagai plankton di laut sebelum tumbuh dan kembali ke pantai. Karena itu, kerusakan pantai dan laut juga mengancam kepiting yang tinggal di darat.

Ancaman terhadap rumah kepiting

Sayangnya, banyak habitat kepiting kini terancam. Hutan mangrove dialihfungsikan menjadi tambak dan permukiman, padahal di sanalah kepiting bakau tumbuh dan berkembang biak. Sampah plastik menumpuk di pantai dan menyumbat lubang-lubang kepiting. Penangkapan kepiting yang sedang bertelur atau masih berukuran kecil juga membuat populasinya sulit pulih. Sebagai pencinta kepiting, kita bisa ikut membantu dengan tidak membuang sampah di pantai, mendukung penanaman mangrove, dan memilih kepiting dengan ukuran layak konsumsi.

Kesimpulan

Kepiting hidup hampir di mana saja: di laut dan terumbu karang, pantai berpasir, hutan mangrove, sungai dan danau, hingga daratan. Setiap habitat membentuk ciri khas kepitingnya, dari kaki dayung rajungan hingga kecepatan kepiting hantu. Menjaga mangrove, pantai, dan sungai tetap bersih berarti ikut menjaga rumah ribuan jenis kepiting, termasuk yang ada di Indonesia.

Tanya jawab singkat

Apakah kepiting bisa hidup di air tawar?

Bisa. Ada ratusan spesies kepiting air tawar yang hidup di sungai, danau, rawa, dan sawah, termasuk banyak jenis endemik di Sulawesi.

Kepiting apa yang hidup di hutan mangrove?

Di antaranya kepiting bakau (Scylla spp.) dan kepiting biola. Keduanya berperan menjaga kesehatan hutan mangrove.

Terus penasaran, terus menjelajah! 🦀

Kembali ke beranda Kepiting78 untuk fakta unik dan cerita seru lainnya tentang dunia kepiting.